Artwork

Contenido proporcionado por bima febian and Bima febian. Todo el contenido del podcast, incluidos episodios, gráficos y descripciones de podcast, lo carga y proporciona directamente bima febian and Bima febian o su socio de plataforma de podcast. Si cree que alguien está utilizando su trabajo protegido por derechos de autor sin su permiso, puede seguir el proceso descrito aquí https://es.player.fm/legal.
Player FM : aplicación de podcast
¡Desconecta con la aplicación Player FM !

Bimafebian

Compartir
 

Manage series 3181571
Contenido proporcionado por bima febian and Bima febian. Todo el contenido del podcast, incluidos episodios, gráficos y descripciones de podcast, lo carga y proporciona directamente bima febian and Bima febian o su socio de plataforma de podcast. Si cree que alguien está utilizando su trabajo protegido por derechos de autor sin su permiso, puede seguir el proceso descrito aquí https://es.player.fm/legal.
Riba oh Riba oleh Ust. H. Imamul Arifin Lc. M. H. I Riba ini sering di dengar oleh kita, kalau jarang berarti ga pernah datang pengajian, memang kalau urusan riba ini tidak sering di dengar karena berbagai masalah misal : karena takut, karena tidak nyaman dengan tetangga, atau karena sendirinya juga terkena riba. intinya riba itu utang piutang, yang mana jika kita menghutangi seseorang kita mendapatkan keuntungan dari utang tersebut. Dalam riba ini terdapat banyak sekali mudaratnya dan juga termasuk dosa besar yang harus kita hindari harus kita lari sejauh jauhnya dari itu. Seharusnya kita mendengar utang saja kita sudah takut, hidup itu sesuai kebutuhan. Hutang saja itu yang tanpa ada ribanya itu sudah memberatkan hidup kita. ketika kita mati yang di tanya pertama kali oleh Rasulullah Shallahua'alaihi wassallam apakah jenazah si mayit ini punya utang atau tidak, kalau jenazah ini tidak punya utang maka Rasulullah langsung shalatkan di doakan oleh Rasulullah, tapi kalau ternyata punya utang, dan tidak punya harta untuk membayarnya maka Nabi tidak akan mendoakannya dan Allah tidak akan mengampuni orang yang berkaitan dengan haknya yang belum tuntas. Ada sahabat mau berperang bertanya kepada Rasulullah Shallahua'alaihi wassallam "Ya Rasulullah apakah jika saya saat mati nanti saya akan masuk surga?" Rasulullah menjawab "iya masuk surga asalkan kamu tidak punya utang, kalau syahid tapi ternyata punya, utang ruhnya akan berterbangan disekitar Surga seperti burung burung itu sampai Allah memberikan jalan, itu mati syahid yang jika punya utang tidak jadi masuk surga apalagi yang matinya gajelas. Hati hati dengan riba, jangan bermain main. Kata Nabi Rasulullah Shallahua'alaihi wassallam takutlah kalian kepada 7 dosa besar yang akan menghancurkan kalian salah satunya adalah Dosa Riba. Semakin banyak kalian tidak paham dengan riba semakin kalian anggap biasa maka semakin banyak dosa yang akan dihasilkan, Bayangkan saja dosa riba paling enteng itu seperti anak laki laki berzina dengan ibu kandungnya sendiri. Kemudian dosa riba itu 1 dirhamnya sama dengan 36x berzina. Kemudian Riba itu juga merusak hubungan sosial antar masyarakat. Hutang yang sebanyak itu dapat menghalangkan kita untuk masuk ke dalam SurgaNya Allah, bahkan kalau jihad fisabilillah, kalau mau jihad harus minta izin terlebih dahulu saking dahsyatnya utang, maka jangan pernah hutang yang biasa biasa saja apalagi hutang yang mengandung riba. Dalam Firman Allah SubhanaHu wa Ta'ala : اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّ ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ قَا لُوْۤا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰوا ۘ وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰوا ۗ فَمَنْ جَآءَهٗ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ فَا نْتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَ ۗ وَاَ مْرُهٗۤ اِلَى اللّٰهِ ۗ وَمَنْ عَادَ فَاُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ allaziina ya`kuluunar-ribaa laa yaquumuuna illaa kamaa yaquumullazii yatakhobbathuhusy-syaithoonu minal-mass, zaalika bi`annahum qooluuu innamal-bai'u mislur-ribaa, wa ahallallohul-bai'a wa harromar-ribaa, fa man jaaa`ahuu mau'izhotum mir robbihii fantahaa fa lahuu maa salaf, wa amruhuuu ilalloh, wa man 'aada fa ulaaa`ika ash-haabun-naar, hum fiihaa khooliduun "Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal, Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. Barang siapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barang siapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 275) Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan terhindar dari Dosa Riba. Barakallahu fiikum
  continue reading

Un episodio

Artwork

Bimafebian

updated

iconCompartir
 
Manage series 3181571
Contenido proporcionado por bima febian and Bima febian. Todo el contenido del podcast, incluidos episodios, gráficos y descripciones de podcast, lo carga y proporciona directamente bima febian and Bima febian o su socio de plataforma de podcast. Si cree que alguien está utilizando su trabajo protegido por derechos de autor sin su permiso, puede seguir el proceso descrito aquí https://es.player.fm/legal.
Riba oh Riba oleh Ust. H. Imamul Arifin Lc. M. H. I Riba ini sering di dengar oleh kita, kalau jarang berarti ga pernah datang pengajian, memang kalau urusan riba ini tidak sering di dengar karena berbagai masalah misal : karena takut, karena tidak nyaman dengan tetangga, atau karena sendirinya juga terkena riba. intinya riba itu utang piutang, yang mana jika kita menghutangi seseorang kita mendapatkan keuntungan dari utang tersebut. Dalam riba ini terdapat banyak sekali mudaratnya dan juga termasuk dosa besar yang harus kita hindari harus kita lari sejauh jauhnya dari itu. Seharusnya kita mendengar utang saja kita sudah takut, hidup itu sesuai kebutuhan. Hutang saja itu yang tanpa ada ribanya itu sudah memberatkan hidup kita. ketika kita mati yang di tanya pertama kali oleh Rasulullah Shallahua'alaihi wassallam apakah jenazah si mayit ini punya utang atau tidak, kalau jenazah ini tidak punya utang maka Rasulullah langsung shalatkan di doakan oleh Rasulullah, tapi kalau ternyata punya utang, dan tidak punya harta untuk membayarnya maka Nabi tidak akan mendoakannya dan Allah tidak akan mengampuni orang yang berkaitan dengan haknya yang belum tuntas. Ada sahabat mau berperang bertanya kepada Rasulullah Shallahua'alaihi wassallam "Ya Rasulullah apakah jika saya saat mati nanti saya akan masuk surga?" Rasulullah menjawab "iya masuk surga asalkan kamu tidak punya utang, kalau syahid tapi ternyata punya, utang ruhnya akan berterbangan disekitar Surga seperti burung burung itu sampai Allah memberikan jalan, itu mati syahid yang jika punya utang tidak jadi masuk surga apalagi yang matinya gajelas. Hati hati dengan riba, jangan bermain main. Kata Nabi Rasulullah Shallahua'alaihi wassallam takutlah kalian kepada 7 dosa besar yang akan menghancurkan kalian salah satunya adalah Dosa Riba. Semakin banyak kalian tidak paham dengan riba semakin kalian anggap biasa maka semakin banyak dosa yang akan dihasilkan, Bayangkan saja dosa riba paling enteng itu seperti anak laki laki berzina dengan ibu kandungnya sendiri. Kemudian dosa riba itu 1 dirhamnya sama dengan 36x berzina. Kemudian Riba itu juga merusak hubungan sosial antar masyarakat. Hutang yang sebanyak itu dapat menghalangkan kita untuk masuk ke dalam SurgaNya Allah, bahkan kalau jihad fisabilillah, kalau mau jihad harus minta izin terlebih dahulu saking dahsyatnya utang, maka jangan pernah hutang yang biasa biasa saja apalagi hutang yang mengandung riba. Dalam Firman Allah SubhanaHu wa Ta'ala : اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّ ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ قَا لُوْۤا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰوا ۘ وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰوا ۗ فَمَنْ جَآءَهٗ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ فَا نْتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَ ۗ وَاَ مْرُهٗۤ اِلَى اللّٰهِ ۗ وَمَنْ عَادَ فَاُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ allaziina ya`kuluunar-ribaa laa yaquumuuna illaa kamaa yaquumullazii yatakhobbathuhusy-syaithoonu minal-mass, zaalika bi`annahum qooluuu innamal-bai'u mislur-ribaa, wa ahallallohul-bai'a wa harromar-ribaa, fa man jaaa`ahuu mau'izhotum mir robbihii fantahaa fa lahuu maa salaf, wa amruhuuu ilalloh, wa man 'aada fa ulaaa`ika ash-haabun-naar, hum fiihaa khooliduun "Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal, Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. Barang siapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barang siapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 275) Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan terhindar dari Dosa Riba. Barakallahu fiikum
  continue reading

Un episodio

Todos los episodios

×
 
Loading …

Bienvenido a Player FM!

Player FM está escaneando la web en busca de podcasts de alta calidad para que los disfrutes en este momento. Es la mejor aplicación de podcast y funciona en Android, iPhone y la web. Regístrate para sincronizar suscripciones a través de dispositivos.

 

Guia de referencia rapida